Ternyata Inilah Jenis dan Fungsi Stabilizer Mobil

admin


Fungsi dan Jenis stabilizer pada mobil sendiri cukup banyak. Bahkan beberapa model punya fungsi dan jenis yang membantu stabilkan mobil tersebut.

Autos.id – Sebagai sarana transportasi yang populer, tidak mengherankan jika produsen mobil terus meningkatkan produk mereka dengan berbagai fitur untuk meningkatkan kenyamanan saat mengemudi. Di Indonesia, mobil dengan ukuran besar seperti MPV atau SUV sangat diminati, dan beberapa produsen mobil telah melengkapi mobil berukuran besar dengan fitur stabilizer untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang.

Saat ini, fitur stabilizer tidak hanya dipasang di mobil kelas premium yang besar, tetapi juga di mobil dengan harga yang terjangkau. Untuk lebih memahami tentang fitur keselamatan ini, berikut adalah penjelasan detail tentang fitur stabilizer.

Fungsi stabilizer merupakan salah satu komponen pada sistem suspensi mobil yang berfungsi  untuk bantu stabilkan kondisi mobil saat bermanuver atau melewati jalan bergelombang.

Stabilizer terdiri dari batang logam yang dihubungkan ke suspensi mobil dan berputar saat mobil bergerak. Dalam hal ini, stabilitas mobil akan meningkat karena kekuatan dari batang logam tersebut yang menyeimbangkan suspensi depan dan belakang.

Jenis dan Fungsi Stabilizer bagi mobil saat ini

Fungsi stabilizer ini sangat penting karena dapat memperbaiki kemampuan pengemudi dalam mengendalikan mobil, terutama saat melewati jalan yang bergelombang atau tikungan tajam. Saat mobil melewati jalan bergelombang, tubuh mobil akan cenderung bergerak ke atas dan ke bawah. Namun, dengan fitur stabilizer, gerakan ini akan diredam sehingga pengemudi dapat lebih mudah mengendalikan mobil.

Selain itu, fungsi stabilizer juga dapat meningkatkan kenyamanan penumpang, terutama saat melewati jalan yang kasar atau bergelombang. Dengan adanya fitur ini, mobil akan lebih stabil dan pengemudi dapat lebih mudah menghindari guncangan yang tidak nyaman bagi penumpang.

Dalam memilih mobil, pastikan Anda mempertimbangkan adanya fitur stabilizer karena fitur ini dapat memperbaiki stabilitas mobil dan meningkatkan kenyamanan pengemudi dan penumpang. Dalam hal ini, produsen mobil Indonesia telah menyadari pentingnya fitur stabilizer sehingga mereka telah melengkapi mobil dengan fitur ini. Sebagai konsumen, pastikan Anda memilih mobil dengan fitur stabilizer agar dapat merasakan kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Bentuk Stabilizer Mobil. (Sumber: Medcom)

Jenis-Jenis Stabilizer Mobil

Stabilizer mobil memiliki beberapa jenis, antara lain:

1. Anti Roll Bar / Sway Bar

Ini adalah komponen yang membantu mencegah mobil dari keadaan oversteer. Selain itu, komponen ini juga membantu dalam menjaga mobil dari kondisi understeer, yaitu keadaan di mana mobil sulit untuk berbelok.

2. Strut Bar

Komponen ini berguna untuk menjaga mobil dari kemiringan yang berlebihan saat melakukan belokan. Oleh karena itu, strut bar dipasang di kedua sisi mobil dan menjadi bagian dari shockbreaker.

3. Front Lower Bar dan Rear Lower Bar

Komponen ini terpasang di bagian depan dan belakang mobil. Tujuannya adalah untuk menghubungkan lower arm dengan sasis mobil dan meningkatkan kenyamanan mobil saat dikendarai.

4. Underbrace

Komponen ini dipasang di bagian bawah mobil dan berfungsi untuk menjaga kestabilan mobil saat sedang melaju dengan beban yang penuh atau berat.

Jenis dan fungsi stabilizer

Pemasangan Stabilizer Mobil. (Sumber: Hyundai)

Jika Stabilizer Mobil Rusak

Seperti halnya dengan komponen mobil lainnya, stabilizer juga dapat mengalami kerusakan akibat penggunaan. Jika stabilizer mobil mengalami kerusakan, apa yang harus dilakukan? Salah satu tanda-tanda stabilizer mobil rusak adalah suara gluduk-gluduk saat mobil sedang berjalan atau berbelok.

Selain dari suara, pengemudi juga akan merasakan ketidakstabilan saat mengemudi jika stabilizer mobil bermasalah. Mobil akan terasa kurang kaku dan kurang stabil saat dikendarai, terutama saat melalui jalan yang berbelok tajam.

Kerusakan stabilizer mobil bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Apakah stabilizer mobil perlu diperbaiki atau bahkan diganti tergantung pada efek yang ditimbulkan. Jika kerusakan stabilizer mobil belum terlalu parah, dapat diperbaiki di bengkel. Namun, jika masalah pada stabilizer mobil dapat mengganggu keseimbangan saat berkendara, stabilizer mobil harus diganti. Contohnya, jika tangkai stabilizer bengkok atau patah, atau bushing mobil rusak, maka stabilizer mobil harus diganti agar menghindari risiko yang tidak diinginkan saat berkendara.

Biaya perbaikan stabilizer mobil bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Sedangkan untuk penggantian, biayanya mulai dari ratusan ribu rupiah tergantung pada jenis stabilizer mobil dan mobil itu sendiri.

 

 

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer